- Makanan kaya serat yang pertama yaitu Alpukat. Buah alpukat ternyata memilik kandungan serat yang cukup tinggi untuk kebutuhan serat bagi tubuh anda. Dalam setiap setengah potong buah alpukat tersebut mengandung 6 gram serat. Oleh karena itulah, buah alpukat sangat dianjurkan untuk di konsumsi untuk mencukupi kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh anda.
- Makanan kaya serat yang kedua yaitu kacang-kacangan. Dalam hal ini walnut dan almond yang merupakan jenis kacang-kacangan yang memiliki kandungan serat yang cukup tinggi pula untuk kebutuhan serat dalam tubuh anda.
- Makanan kaya serat yang berikutnya yaitu gandum. Berbagai makanan yang berbahan dasar gandum seperti tepung gandum serta roti gandum memiliki kandungan serat yang cukup tinggi pula untuk kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh anda perharinya.
- Makanan kaya serat berikutnya yaitu aneka buah-buahan yang biasa kita konsumsi sehari-hari seperti buah pisang, jeruk, apel dan lainnya merupakan jenis buah-buahan yang memiliki kandungan serat yang cukup tinggi untuk kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh anda.
- Makanan kaya serat yang kelima yaitu aneka sayur-sayuran yang bisa kita dapatkan dengan mudah. Bunga kol, bayam, kentang, serta labu merupakan aneka jenis sayuran-sayuran yang memiliki kandungan serat yang cukup tinggi pula untuk kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh anda perharinya.
FreSHape Corner
Be Shape - Fresh - Energetic - Adorable inside & outside every day!!!
Monday, March 10, 2014
5 Makanan Berserat Tinggi Untuk Tubuh Anda
Friday, November 22, 2013
Jantung dan Stroke
Sarapan dengan Lemak Sama Saja Pasang Bom Waktu di Jantung
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Efek salah makan waktu sarapan tidak hanya muncul jangka pendek, tetapi juga dalam beberapa tahun ke depan. Sarapan dengan makanan berlemak misalnya, bagi tubuh ancamannya bagaikan bom waktu yang setiap saat bisa 'meledakkan' jantung.
Berbagai penelitian selama ini membuktikan bahwa makanan berlemak bisa meningkatkan risiko atheroschlerosis atau penyempitan pembuluh darah arteri. Efek ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan bertahap dan baru terasa dampaknya dalam beberapa tahun.
Meski demikian, perkembangan proses penyepitan pembuluh darah tersebut bisa diamati sejak 2 jam setelah mengonsumsi makanan berlemak. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian terbaru di University of Montreal, yang menunjukkan bahwa arteri bisa rusak hanya dengan sekali makan junk food.
Secara terpisah, Dr Todd Anderson dari University of Calgary juga melakukan penelitian dengan hasil yang hampir serupa. Sarapan dengan makanan berlemak dalam penelitian tersebut juga berdampak secara langsung ke pembuluh darah, yang lama kelamaan bisa membahayakan jantung.
Dr Todd mendasarkan kesimpulannya tersebut berdasarkan pengamatan VTI atau Velocity Time Integral yang menunjukkan banyaknya aliran darah di tangan. Makin tinggi nilainya, berarti makin banyak darah yang mengalir dan itu berarti pembuluh darahnya cukup elastis untuk berdilatasi atau merenggang.
Eksperimen pada sejumlah relawan menunjukkan bahwa sarapan sandwich yang mengandung 900 kalori dan 50 gram lemak bisa menurunkan nilai VTI sebesar 15-20 persen. Itu berarti aliran darahnya makin sedikit, yang artinya mulai ada penumpukan lemak yang membuat pembuluh darah susah melebar.
"Saya tidak akan mengatakan tidak boleh makan sandwich. Tapi cukup seperti itu saja Anda bisa melihat bagaimana tubuh membentuk timbunan lemak di dinding arteri," kata Dr Anderson yang juga merupakan peneliti dari Heart and Stroke Found.
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Efek salah makan waktu sarapan tidak hanya muncul jangka pendek, tetapi juga dalam beberapa tahun ke depan. Sarapan dengan makanan berlemak misalnya, bagi tubuh ancamannya bagaikan bom waktu yang setiap saat bisa 'meledakkan' jantung.
Berbagai penelitian selama ini membuktikan bahwa makanan berlemak bisa meningkatkan risiko atheroschlerosis atau penyempitan pembuluh darah arteri. Efek ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan bertahap dan baru terasa dampaknya dalam beberapa tahun.
Meski demikian, perkembangan proses penyepitan pembuluh darah tersebut bisa diamati sejak 2 jam setelah mengonsumsi makanan berlemak. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian terbaru di University of Montreal, yang menunjukkan bahwa arteri bisa rusak hanya dengan sekali makan junk food.
Secara terpisah, Dr Todd Anderson dari University of Calgary juga melakukan penelitian dengan hasil yang hampir serupa. Sarapan dengan makanan berlemak dalam penelitian tersebut juga berdampak secara langsung ke pembuluh darah, yang lama kelamaan bisa membahayakan jantung.
Dr Todd mendasarkan kesimpulannya tersebut berdasarkan pengamatan VTI atau Velocity Time Integral yang menunjukkan banyaknya aliran darah di tangan. Makin tinggi nilainya, berarti makin banyak darah yang mengalir dan itu berarti pembuluh darahnya cukup elastis untuk berdilatasi atau merenggang.
Eksperimen pada sejumlah relawan menunjukkan bahwa sarapan sandwich yang mengandung 900 kalori dan 50 gram lemak bisa menurunkan nilai VTI sebesar 15-20 persen. Itu berarti aliran darahnya makin sedikit, yang artinya mulai ada penumpukan lemak yang membuat pembuluh darah susah melebar.
"Saya tidak akan mengatakan tidak boleh makan sandwich. Tapi cukup seperti itu saja Anda bisa melihat bagaimana tubuh membentuk timbunan lemak di dinding arteri," kata Dr Anderson yang juga merupakan peneliti dari Heart and Stroke Found.
Why we should consume FORMULA 1 Shake Herbalife?
Today, supermarket shelves are packed with foods that call to dieters with the words "FAT FREE." But as conscientious weight watchers load their shopping carts with fat-free foods week after week, many discover this alarming fact: Their weight is going up!
Since the fat-free craze began in recent years, statistics show we've actually grown fatter rather than thinner. Although we've been taught to think of fat as the culprit in the weight-loss battle, it isn't the only one. That's because a food that's fat free isn't necessarily calorie free. Many fat-free foods are actually very high in sugar and carbohydrate calories. And these calories, when eaten in excess, convert into the one thing we've been taught to avoid: fat.
Lose the fat from your body, not your diet. Ironically, to burn fat and lose weight, you need a certain amount of "good fat." That's why Herbalife Weight-Management Programs stresses the importance of a well-balanced diet that includes enough good fats-like those found in fish and olive oil-along with Herbalife's highly nutritious meal replacement shakes and snacks. By avoiding the fat-free craze and giving your body the complete nourishment it needs with Herbalife's Cellular Nutrition supplements and weight-management products, you'll steadily lose weight and feel healthier as you do it.
Since the fat-free craze began in recent years, statistics show we've actually grown fatter rather than thinner. Although we've been taught to think of fat as the culprit in the weight-loss battle, it isn't the only one. That's because a food that's fat free isn't necessarily calorie free. Many fat-free foods are actually very high in sugar and carbohydrate calories. And these calories, when eaten in excess, convert into the one thing we've been taught to avoid: fat.
Lose the fat from your body, not your diet. Ironically, to burn fat and lose weight, you need a certain amount of "good fat." That's why Herbalife Weight-Management Programs stresses the importance of a well-balanced diet that includes enough good fats-like those found in fish and olive oil-along with Herbalife's highly nutritious meal replacement shakes and snacks. By avoiding the fat-free craze and giving your body the complete nourishment it needs with Herbalife's Cellular Nutrition supplements and weight-management products, you'll steadily lose weight and feel healthier as you do it.
Subscribe to:
Posts (Atom)
